Satu Jamaah Masjid Jami Kebon Jeruk Positif Corona Melalui Tes Swab

Ilustrasi pemeriksaan virus corona/ tempo.co

JAKARTA – Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat Kristi Wathini mengatakan berdasarakn hasil tes swab satu dari 186 jamaah Masjid Jami Kebon Jeruk, Taman Sari, Jakarta, positif virus corona (Covid-19).

Hasil itu didapatkan dari 33 orang yang terindikasi positif melalui hasil tes cepat (rapid rest) pada 26 Maret. “Saat ini hanya satu orang yang positif Covid-19 dan semua jemaah yang ada di masjid itu ODP (orang dalam pemantauan),” ujar Kristi di Jakarta, Rabu (8/4/2020).

Kristi menerangkan, pihaknya langsung melakukan tes swab kepada seluruh jamaah yang terindikasi positif virus corona. Spesimen dari tes swab kemudian dikirim ke laboratorium seperti Litbangkes, Labkesda, Laboratorium Eijkman, dan sebagainya.

Tes swab dengan metode uji Polymerase Chain Reaction (PCR) dinilai jauh lebih akurat dibandingkan rapid test. Tes swab menguji sampel dari saliva di dinding rongga mulut orang yang terindikasi virus corona.

Tes swab biasanya lanjutan dari rapid test untuk lebih memastikan seseorang benar positif corona atau tidak. Tes swab melalui proses lebih lama dan memakan biaya lebih besar dibandingkan rapid test.

Lebih lanjut, Kristi menegaskan seluruh jamaah berstatus ODP menjalani isolasi mandiri untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Dia menyatakan sebanyak 73 jemaah dipindahkan di Wisma Atlet karena dinilai lebih aman untuk karantina.

Sebelumnya pada 27 Maret, para tabligh Masjid Jami Kebon Jeruk yang berstatus ODP secara bertahap telah dipindahkan di RSD Wisma Atlet untuk menjalani perawatan.

Kemudian sejumlah 39 orang datang ke RSD Wisma Atlet untuk diisolasi dengan status ODP dan pada tanggal 2 April datang jamaah tabligh sejumlah 31 orang, yaitu 13 WNA dan 19 WNI, dinyatakan terindikasi positif menggunakan rapid test.

Advertisement