CIAMIS – Longsor melanda Desa Sandingtaman, Kecamatan Panjalu, Desa Banjarangsana, Kecamatan Panumbangan serta Desa Cisontrol, Kecamatan Rancah, Ciamis, Jawa Barat.
Akibatnya, belasan rumah terancam jika terjadi longsor susulan, dan paling parah terdapat di Desa Sandingtaman, sebanyak delapan rumah terancam menyusul terjadinya pergerakan tanah, hingga memunculkan retakan memanjang hingga seratus meter lebih.
Mengantisipasi korban, warga yang tinggal di deerah rawan longsor diminta mencari tempat yang lebih aman, jika turun hujan deras atau hujan kecil dengan durasi lama. Dalam peta kerawanan bencana Ciamis, ketiga kecamatan tersebut termasuk rawan longsor, pergerakan tanah.
“Belakangan ini frekuensi dan intensitas hujan mulai berkurang, akan tetapi ancaman longsor masih cukup tinggi. Terbukti beberapa titik juga terjadi longsor, paska diguyur hujan deras,” ungkap Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis Ani Supiani.
“Desa Sandingtaman memang termasuk salah satu kawasan di Kecamatan Panjalu yang rawan terjadi pergerakan tanah. Topografinya berbukit dan tebing, sehingga ketika diguyur hujan, mudah sekali bergerak, labil,” jelasnya, seperti dilansir PR.




