SURABAYA – Gunung Agung jika benar-benar meletus, penyebaran abu vulkaniknya dimungkinkan akan memengaruhi kondisi cuaca bagi daerah tapal kuda Provinsi Jawa Timur (Jatim), terutama di Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso, Jember, Situbondo dan Sumenep Madura.
Teguh Tri Susanto, petugas Prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda, Surabaya, mengatakan manakala terjadi hujan abu, maka tidak menutup kemungkinan akan memengaruhi jadwal penerbangan pesawat dari dan ke Bandara Blimbingsari Banyuwangi dan Bandara Notohadinegoro Jember maupun Bandara Trunojoyo Sumenep.
“Kalau untuk Surabaya dan Malang ke arah barat, penyebaran abu vulkanik itu mungkin saja terdampak, namun semuanya dipengaruhi faktor kekuatan letusan, arah dan kecepatan angin di permukaan atas (puncak) Gunung Agung.” ujarnya.
Pihaknya tetap melakukan pengamatan atas informasi terus-menerus dan terbaru dari aktivitas vulkanik Gunung Agung, terutama yang berkaitan dengan cuaca terkini. Berdasarkan arah angin dilihat dari permukaan timur laut hingga tenggara, terdapat diketinggian 10.000 feeds, sedangan kecepatan angin mencapai 5-15 knot.
“Status Gunung Agung masih Awas, tapi untuk kondisi di Juanda sendiri sekarang ini masih aman. Kami juga akan terus melakukan prediksi singkat dengan adanya potensi hujan kategori sedang maupun lebat, dengan perkiraan antara 30 menit hingga satu jam ke depan,” ujarnya.
Dia berharap, jika Gunung Agung benar-benar erupsi, tidak terlalu kuat. “Mudah-mudahan tinggi semburan materialnya di bawah 30.000 feeds, sehingga sebaran material dan abu vulkaniknya tidak terlalu jauh dari puncak gunung itu sendiri,” harapnya, Rabu (27/9/2017), dilansir Beritasatu.





