SUMSEL – Enam orang petani terjebak di dalam pondok karena harimau tertidur di dekat kebun mereka, di Dusun Tebat Benawa, Kelurahan Penjalang, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan, Jumat (6/12/2019).
Jumadi (45), salah seorang warga Jarai, Kabupaten Lahat yang memiliki kebun di Benawa akhirnya melaporkan kepada kepolisian setempat setelah mereka berhasil turun dari kebun.
Jumadi menuturkan, awalnya tengah melakukan aktivitas di kebun seperti biasa. Namun petang sekitar pukul 16.00, seekor harimau mendekati kebun mereka hingga akhirnya harimau tersebut tertidur di lahan kebun.
“Harimau itu tidur dekat kebun cabai. Lihat itu kami tidak berani keluar pondok, kami berenam waktu itu. Menjelang malam ada dua harimau lagi datang mendekati yang satunya tadi. Kami benar-benar takut jadi diam di pondok semalaman,” ujar Jumadi.
Setelah harimau meninggalkan kebun mereka pada pagi hari, kelima petani tersebut pun segera memutuskan turun gunung khawatir harimau kembali mendekati kebun. Mereka khawatir karena sudah ada 1 korban luka dan 1 korban tewas akibat serangan harimau di kawasan tersebut.
“Sepertinya tidak akan ke kebun dulu sampai polisi bilang aman. Takut ada apa-apa, karena kita kadang enggak tahu, tiba-tiba harimau itu sudah di dekat kita. Berkebun juga jadi was-was,” ujar dia.
Kapolsek Dempo Selatan Inspektur Satu Zaldi Jaya membenarkan adanya warga yang kembali melihat kemunculan harimau di sekitar kebun Dusun Tebat Benawa, Jumat (6/12/2019). Pihaknya mendapatkan laporan dari warga sejak malam hari ada warga yang terjebak di pondok karena harimau berkeliaran.
Pihaknya bersama aparat TNI serta BKSDA segera melakukan evakuasi terhadap para petani tersebut keesokan harinya sekitar pukul 09.00
Sementara waktu pihaknya juga melarang warga untuk beraktivitas di kebun dan menjauhi lokasi untuk mencegah terjadinya penyerangan susulan.
“Sejauh ini sudah kita sosialisasikan untuk semua orang tidak berkebun dulu. Tapi banyak juga yang pendatang dari Lahat, Empat Lawang yang buka kebun di sini jadi kita tidak punya data siapa saja yang ada kebun di sini. Kendalanya itu,” ujar dia.





