NEW YORK – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres, Senin (6/6/2017) mendesak Israel untuk mengakhiri pendudukannya atas tanah Palestina, dalam sebuah pernyataan yang menandai peringatan 50 tahun Perang Arab-Israel 1967.
“Penjajahan telah menjadi beban kemanusiaan dan pembangunan yang berat bagi rakyat Palestina,” kata Guterres dalam sebuah pernyataan.
“Di antara mereka adalah generasi demi generasi, orang-orang Palestina yang telah dipaksa untuk tumbuh dan tinggal di kamp-kamp pengungsi yang berdesak-desakan, banyak di antaranya yang menderita kemiskinan, dengan sedikit peluang untuk hidup lebih baik untuk anak-anak mereka,” imbuhnya.
Kepala badan global tersebut mengatakan, pendudukan Israel telah membentuk kehidupan orang-orang Palestina dan Israel penuh dendam, memicu siklus berulang kekerasan dan pembalasan.
“Mengakhiri pendudukan yang dimulai pada tahun 1967 dan mencapai hasil dua negara yang dinegosiasikan adalah satu-satunya cara untuk meletakkan fondasi bagi perdamaian abadi yang memenuhi kebutuhan keamanan Israel dan aspirasi Palestina untuk kenegaraan dan kedaulatan. Ini adalah satu-satunya cara untuk mencapai hak yang tidak dapat dicabut dari rakyat Palestina, “katanya.
“Sekaranglah waktunya untuk mengakhiri konflik dengan mendirikan sebuah negara Palestina merdeka, hidup berdampingan dengan damai dan aman dengan Negara Israel,” terang Guteres
Perang Arab-Israel, yang juga dikenal sebagai Perang Enam Hari, mengakibatkan pendudukan Israel di Tepi Barat, Yerusalem Timur, Gaza dan Golan Suriah, yang memicu pemindahan ratusan ribu orang Palestina dan Suriah.
Konflik Israel-Palestina telah membuktikan salah satu yang paling sulit dicapai dalam sejarah modern, yang menyebabkan penderitaan manusia dan perampasan ekonomi secara besar-besaran.
Solusi dua negara, yang telah menjadi pendekatan normatif selama berpuluh-puluh tahun ke arah kesepakatan damai yang selalu sulit dipahami, diakui pada tahun 1947 di bawah resolusi PBB 181.
Setahun kemudian, negara Israel didirikan, namun hampir tujuh dekade berlalu, orang-orang Palestina masih berjuang untuk kemerdekaan.
Seperti dilansir Anadolu Agency, Israel telah menjadi rezim permukiman yang semakin agresif meski mendapat kecaman internasional, makin jauh dari kemungkinan keberhasilan untuk mewujudkan realitas dua negara.





