Selain Obesitas, Rizki Ramadhan Juga Alami Gangguan Kesehatan Lainnya

Rizki Ramadhan, bocah obesitas asal Palembang/ merdeka.com

PALEMBANG – Bocah tependerita obesitas asal Palembang, Rizki Ramadhan (10) juga mengalami Obstructive Sleep Apnoea (OSA) atau sindrom gangguan pernapasan selama tidur yang mengakibatkan penurunan kadar oksigen darah.

Hal ini disampaikan dokter penanggung jawab (DPJB) pasien Rizki di Rumah Sakit Muhammad Husein (RSMH) Palembang.

Salah satu tim dokter dr Yulius Anzar mengungkapkan, tumpukan lemak Rizki masuk ke dalam sementara lemak Arya cenderung menonjol keluar.

Ia juga mengungkapkan kasus obesitas yang diderita pasiennya berbeda dengan kasus obesitas yang diderita Arymana, bocah asal Karawang. “Obesitas Rizki memang kalah dari Arya, tapi kasusnya berbeda, bisa dibilang begitu (parah) karena terjadi penyempitan. Kalau tumpukan lemaknya keluar tidak apa-apa,” ungkap Yulius, Jumat (22/7/2016), seperti dilansir merdeka.com.

Alhasil, kesadaran Rizki mengalami penurunan yang disebabkan suplay oksigen berhenti sementara dan seperti tercekik (asfiksia) saat tidur. Namun, untuk kondisi jantung pasien masih belum terganggu oleh tumpukan lemak. Bahkan sudah ada pelebaran ruang di daerah jantung.

“Dalam kedokterannya disebut OSA, itu yang dialami Rizki, jika Arya tidak ada OSA,” ujarnya.

Menurut dia, ciri-ciri OSA diantaranya sering mengorok saat tidur dan terdapat benjolan di leher (amandel) yang semakin mempersempit jalannya pernapasan. Kondisi ini biasanya disebabkan faktor genetik.

Dokter hanya berharap dengan perawatan dan penanganan yang dilakukannya Rizki bisa lebih membaik kondisinya, “Mudah-mudahan secepatnya pasien sadar dan stabil kembali,” harapnya.

Advertisement