JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan akan menanggung seluruh biaya perawatan korban ledakan bom di kampung Melayu, khususnya korban yang berasal dari warga sipil.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat mengatakan tanggungan biaya tersebut diberlakukan bagi korban yang berada di rumah sakit swasta maupun pemerintah.
“Iya, yang untuk sipil itu kami tanggung semua, baik di rumah sakit swasta maupun di rumah sakit pemerintah,” ujar Djarot, mengutip Tribun, Jumat (26/5/2017).
Sementara itu, biaya perawatan korban yang merupakan anggota kepolisian akan ditanggung Kepolisian.
Korban luka dari aksi teror bom Rabu (24/5/2017) adalah enam anggota Polri yakni Bripda Feri, Bripda Yogi, Bripda M. Fuji, Bripda M. Al Agung, Bripda Sukron, Bripda Pandu Dwi, dan Bripda Muhammad Fauzi Saputra yang dilarikan ke RS Bhayangkara Polri karena mengalami trauma.
Sedangkan korban luka warga sipil adalah Agung (sopir kopaja), Damai Sihaloho (sopir mikrolet),
Tasdik (karyawan Bank Mandiri), Susi Afitriyani (mahasiswi), dan Jihan (mahasiswi).





