ACEH – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Teuku Ahmad Dadek mengatakan aroma gas masih terasa dari semburan sumur minyak di Kabupaten Aceh Timur.
Dia mengatakan saat ini petugas terkait sedang melakukan survei demi menemukan langkah apa yang dibutuhkan terhadap sumur minyak itu.
Sementara tim lapangan tepatnya di Gampong (Desa) Pasir Putih, Rantau Peureulak, Aceh Timur, telah melakukan upaya pengamanan limbah, supaya tidak mencemari lingkungan sekitar.
Ledakan dan terbakarnya sumur minyak di gampong tersebut pada Rabu, (25/4/2018) pukul 02.05 WIB, telah menewaskan 21 orang, termasuk lima korban meninggal di tempat.
Selain itu 39 orang luka bakar serius, lima rumah terbakar, dan 198 orang mengungsi ke kerabat terdekat akibat ledakan terjadi di saat warga setempat sedang mengumpulkan minyak mentah.
“Tentunya tim lakukan upaya mitigasi, agar kebakaran tidak tersulut kembali. Meski kandungan dari semburan di sumur minyak itu, 85 persennya adalah air,” ucap Dadek, dilansir Antara.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Timur, Syahrizal Fauzi, pekan lalu mengatakan, tekanan semburan dari sumur minyak itu masih mencapai 30 meter dari permukaan tanah





