Senyum dan Gelak Tawa di Posko Ronting, Dongeng Ceria Pulihkan Trauma Anak-Anak Korban Gempa Manggarai Timur

MANGGARAI TIMUR, KBKNEWS.id — Duka dan kecemasan perlahan memudar dari wajah anak-anak korban bencana di posko pengungsian Ronting, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (31/8/2026). Di tengah keterbatasan hidup di tempat pengungsian darurat, suasana hangat dan penuh semangat berhasil dihadirkan oleh tim relawan kemanusiaan.

Puluhan anak dari berbagai usia tampak antusias berkumpul beralaskan terpal hitam di area terbuka posko. Mereka duduk melingkar dengan rapi, ditemani para orang tua yang turut menyaksikan dari tepi barisan demi memberikan dukungan moril bagi buah hati mereka.

Kegiatan pendampingan psikososial (trauma healing) kali ini difokuskan melalui metode dongeng interaktif yang dipandu langsung oleh relawan Dompet Dhuafa. Dengan pembawaan yang ramah, energik, dan bersahabat, sang pendongeng berhasil memikat perhatian seluruh anak sejak menit pertama acara dimulai.

Suasana semakin semarak dan riuh tawa ketika relawan mengeluarkan sebuah boneka karakter bernama “Muka”. Interaksi lucu dan dialog jenaka yang dibangun antara sang pendongeng dan boneka tersebut sukses mengundang tawa lepas anak-anak yang menyimak dengan penuh rasa ingin tahu.

Kepolosan anak-anak terlihat jelas saat mereka saling bersahut-sahutan menjawab pertanyaan relawan. Momen kebersamaan ini sejenak membuat mereka melupakan rasa takut serta guncangan peristiwa gempa bumi yang sempat merusak lingkungan tempat tinggal mereka.

Kegiatan ini turut didukung oleh kehadiran relawan mahasiswa KKN serta aparat dan tokoh masyarakat setempat. Kolaborasi ini memastikan anak-anak mendapatkan ruang yang aman, nyaman, dan ramah untuk kembali berekspresi secara bebas.

Menurut para relawan di lapangan, pendekatan lewat seni bertutur atau dongeng terbukti sangat efektif dalam memulihkan kondisi mental anak-anak pascabencana. Cerita-cerita positif yang disisipkan nilai keberanian dan optimisme menjadi bekal penting agar mereka tidak larut dalam trauma berkepanjangan.

Melihat senyum dan keceriaan yang kembali merekah, para pengungsi berharap kegiatan edukatif dan rekreatif serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan. Kehangatan di bawah tenda darurat Ronting ini menjadi bukti bahwa semangat dan harapan baru selalu dapat tumbuh di tengah masa-masa pemulihan.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here