ARAB SAUDI – Pemerintah Amerika Serikat telah merilis gambar yang menunjukkan kerusakan yang disebabkan oleh drone dalam serangan hari Sabtu (14/9/2019).
Perusahaan minyak milik negara Saudi Aramco mengatakan kehilangan enam juta barel minyak, yang akan mempengaruhi enam persen dari produksi minyak dunia.
Namun, dilansir Aljazeera, Menteri Energi Arab Saudi mengatakan memiliki stok minyak yang akan digunakan untuk mengimbangi hilangnya produksi.
Tetapi pasar minyak belum melihat penutupan pada skala ini sejak pasukan Irak menyerbu Kuwait untuk memulai Perang Teluk pertama pada tahun 1990Â dan tidak jelas berapa lama perbaikan akan berlangsung.





