DAMASKUS – Sebuah serangan roket menewaskan 35 orang di sebuah pusat perbelanjaan Damaskus pada hari Selasa (20/3/2018).
Serangan roket tersebut terjadi saat pemboman berat menewaskan 38 warga sipil di daerah pemberontak pemberontakan Ghouta Timur timur Damaskus.
Media pemerintah mengatakan tembakan oposisi menghantam daerah Jaramana, yang menurut penduduk penuh dengan pembeli, termasuk warga yang sedang membeli kado menjelang Hari Ibu.
Seorang sopir taksi, yang tak ingin disebut namanya mengatakan bahwa dia berada di dekatnya saat roket tersebut menabrak sebuah jalan yang dikenal dengan pakaian murah dan toko makanannya.
“Tempat itu penuh dengan orang-orang yang membeli hadiah untuk Hari Ibu,” kata pria berusia 41 tahun itu pada AFP.
Seorang perawat berusia 30-an, yang juga meminta tidak disebutkan namanya, mengatakan bahwa proyektil tersebut menyentuh area perbelanjaan “di samping sebuah pos pemeriksaan keamanan”.
“Intensitas ledakan itu sangat mengerikan,” katanya.
Presiden Suriah Bashar al-Assad telah menguasai beberapa wilayah di bawah kendalinya sejak perang dimulai pada tahun 2011, dengan bantuan dari Rusia dan pasukan sekutu, termasuk milisi Hizbullah Libanon yang didukung Iran.
Dia baru-baru ini memfokuskan upaya untuk menyingkirkan kantong terakhir yang lolos dari kontrol pemerintah di dan sekitar ibukota, yang terbesar di antaranya adalah Ghouta Timur.
Dia baru-baru ini memfokuskan upaya untuk menyingkirkan kantong terakhir yang lolos dari kontrol pemerintah di dan sekitar ibukota, yang terbesar di antaranya adalah Ghouta Timur.





