
ANKARA – Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan Turki telah mencapai tahap akhir persiapan untuk operasi militer barunya di negara tetangga Suriah.
“Kami berada di tahap terakhir persiapan untuk meningkatkan jumlah wilayah di Suriah, di mana kami telah menyediakan stabilitas melalui operasi the Euphrates Shield’ dan ‘the Olive Branch’. Dengan bantuan Tuhan, kami akan membebaskan wilayah-wilayah baru dalam waktu dekat dan membawa keamanan di sana, ”kata Erdogan, Minggu (12/8/2018), dikutip Anadolu.
Presiden mencatat bahwa 250.000 orang telah kembali ke tempat mereka tinggal di Suriah, di mana Turki telah mengadakan operasi militernya.
Pasukan Turki, bekerja sama dengan kelompok oposisi Suriah yang setia kepada Ankara, telah berpartisipasi dalam sejumlah operasi militer di Suriah, sebagian besar terhadap militan Kurdi.
Pada Januari 2018, Ankara meluncurkan operasi di Afrin yang disebut Operation Olive Branch yang bertujuan untuk “membersihkan” perbatasan Suriah Turki dari ancaman teroris. Operasi lain yang dijuluki Euphrates Shield adalah kampanye lintas batas 2016-2017 yang, menurut Ankara, ditujukan terhadap teroris yang diduga mengancam keamanan Turki.
Damaskus telah mengutuk operasi militer Turki, mengatakan mereka melanggar kedaulatan Suriah.




