
LONDON—Sekitar 40-an pekerja kemanusiaan untuk lembaga-lebaga bantuan ditarik keluar dari Sudan Selatan. Langkah ini diambil menyusul situasi keamanan di Sudan Selatan yang semakin buruk. Demikian dilaporkan Badan Pangan Dunia PBB (WFP).
Pihak WFP seperti disitat Thomson Reuters, Selasa (27/9), 38 orang dari tiga lembaga PBB dan lembaga bantuan lainnya telah diterbangkan dari Jazeera dan Nhialdu, Sudan Selatan pekan lalu. Mereka harus sigap mengingat ada tanda-tenda pertempuran akan kembali meletus di wilayah kerja mereka.
Perang sipil meletus di Sudan sejak akhir 2013 lalu. Konflik ini melibatkan tentara yang setia kepada Presiden Salva Kiir dan mereka yang mendukung mantan wakilnya Riek Machar. Kesepakatan damai yang ditandatangani pada tahun 2015 tidak membuahkan hasil menyusul bentrokan demi bentrokan yang terus terjadi. Konflik tersebut telah memicu krisis bahan bakar, kelaparan, dan krisis kemanusiaan yang berdampak pada 4,8 juta orang.




