JAKARTA, KBKNEWS.id – Seorang mahasiswi Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), berinisial JST menjadi sorotan setelah mengalami tekanan psikologis berat yang membuatnya harus menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Wirasakti Kupang.
JST merupakan mahasiswi semester 10 Program Studi S-1 Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Undana. Kondisinya menjadi perhatian publik setelah video berdurasi sekitar 31 detik yang memperlihatkan dirinya menangis histeris hingga tergeletak lemas di lantai beredar luas di media sosial.
Berdasarkan informasi yang beredar, tekanan psikologis tersebut diduga berkaitan dengan ujian skripsinya yang disebut telah dibatalkan hingga 12 kali. Pembatalan itu diduga terjadi saat jadwal ujian hasil sudah mendekati pelaksanaan.
Meski demikian, pihak kampus masih melakukan investigasi untuk memastikan penyebab dan kronologi sebenarnya terkait pembatalan ujian skripsi tersebut.
Dekan FKM Undana, Prof. Dr. Ir. Apris A. Adu, S.Pt., M.Kes., menyebut JST bukan mahasiswa yang memiliki persoalan akademik. Sebaliknya, JST dinilai sebagai mahasiswa yang mempunyai potensi akademik yang baik.
“Kami berharap JST segera pulih, kembali kuliah, dan menyelesaikan ujian hasilnya. Dia adalah mahasiswa yang memiliki potensi akademik yang baik,” kata Prof. Apris saat konferensi pers di Gedung FKM Undana, Kamis (30/7/2026).
Pihak fakultas juga langsung mengambil langkah setelah mendapat kabar mengenai kondisi JST. Rapat koordinasi digelar dengan melibatkan jajaran wakil dekan, ketua program studi, kepala tata usaha, hingga operator.
Prof. Apris bersama pimpinan fakultas kemudian menjenguk JST di RS Wirasakti Kupang. Dalam kunjungan tersebut, pihak kampus bertemu dengan orang tua angkat dan rekan-rekan yang mendampingi JST selama menjalani perawatan.
“Kami datang sebagai orang tua untuk memberikan semangat dan dukungan kepada Jessica agar segera pulih dan dapat kembali menjalankan aktivitasnya sebagai mahasiswa,” ujar Prof. Apris.
FKM Undana juga menyiapkan pendampingan psikologis bagi JST. Tim Kesehatan Mental Undana yang melibatkan dosen-dosen psikologi akan memberikan pendampingan trauma setelah kondisi fisik dan mental JST dinilai membaik.
Sementara itu, dugaan pembatalan ujian skripsi hingga 12 kali masih dalam proses investigasi kampus. Pihak fakultas tengah berupaya meminta keterangan dari dosen penguji yang disebut berinisial SKL.
Namun, proses klarifikasi sempat tertunda karena dosen yang bersangkutan tengah berduka akibat anggota keluarganya meninggal dunia. Pihak fakultas memberikan waktu sekitar satu hingga dua hari sebelum meminta keterangan lebih lanjut.
Kasus ini menjadi perhatian karena menyangkut kondisi psikologis mahasiswa sekaligus proses akademik di lingkungan perguruan tinggi. Pihak kampus menyatakan akan menelusuri persoalan tersebut secara menyeluruh dan memastikan hak akademik JST tetap diperhatikan.
FKM Undana berharap JST dapat segera pulih dan kembali melanjutkan pendidikannya hingga menyelesaikan ujian skripsi.





