GARUT (KBK) – Ibu Solihat (56 tahun), salah seorang guru dari SDN 1 Sukaratu, Kecamatan Banyuresmi, Garut mengatakan, banjir kali ini yang terparah sejak 35 tahun ia mengajar di sekolah itu.
“Beberapa kali memang pernah banjir, tapi paling hanya tinggi semata kaki. Tapi banjir yang terjadi Selasa malam kemarin, sangat dahsyat, ketinggian air mencapai 2,5 meter dan menyapu sekolah kami,” ungkap Ibu Solihat kepada Taufan, Tim Media Dompet Dhuafa.
Kali ini, kata Ibu Solihat, banjir memberikan dampak kepada 170 siswa dan 11 guru yang mengajar di sekolah tersebut.
Kerugian yang diderita SDN 1 Sukaratu akibat banjir tersebut adalah hancurnya peralatan pedukung sekolah, hilangnya data adminitrasi guru termasuk silabus, meja, kursi, dan 4 bangunan hilang (rusak tak berbekas) serta MCK juga menerima dampak banjir ini.





