Sudah Enam Hari Dua Desa di Jombang Terendam Banjir

banjir
Ilustrasi/Ist

JOMBANG -Desa Jombok dan Desa Blimbing, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, hingga hari ke enam atau Jumat, (7/2/2020) masih terendam banjir luapan Sungai Avur Watudakon.

Ketinggian air di dalam rumah warga berkisar antara 20-25 cm. Sementara di Jalan Raya Kimia Farma yang menjadi penghubung Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto dengan Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, luapan air bah mencapai 40-50 cm.

Salah seorang warga Suwantah (72) mengungkapkan, banjir luapan Sungai Avur Watudakon ini sudah terjadi sejak Minggu (2/2/2020) lalu. Kendati sudah terendam air selama 6 hari, namun banjir juga belum juga surut. Hingga kini, banjir masih menggenangi rumahnya di Dusun Beluk, Desa Jombok.

“Kalau ketinggian airnya sudah berkurang. Sejak Minggu sampai Rabu malam, air di dalam rumah itu sampai 40 cm. Tapi sekarang (ketinggian air) di dalam rumah sudah turun sekitar 25 cm,” kata Suwantah, Jumat (7/2/2020), dikutip Sindonews.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Surabaya sebelumnya sudah memprediksi curah hujan tinggi dan cuaca ekstrem masih akan melanda wilayah Jombang hingga beberapa hari ke depan.

Untuk diketahui, Sungai Avur Watudakon, kembali meluap. Akibatnya, ratusan rumah warga di Desa Jombok dan Desa Blimbing, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang terendam banjir. Luapan air bah ini mulai menggenangi rumah warga sejak, Minggu (2/2).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang mencatatat, ada sebanyak 445 Kepala Keluarga (KK) di dua desa yang terdampak banjir luapan Sungai Avur Watudakon.

Rinciannya, 285 KK di Desa Jombok dan 160 KK di Desa Blimbing, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang.

Advertisement