Sudah Tiga Pekan Banjir Rendam Sintang Kalbar, Ketinggian Air Masih 2-3 Meter

Ilustrasi Banjir merendam enam kecamatan di Cilacap, Jateng (17/11). Awas cuaca ekstrim sampai akhir November akibat fenomena Madden Julian Oscillation (MJO)

SINTANG – Banjir yang melanda Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat selama tiga pekan terakhir sudah merendam permukiman warga hingga hari ini.

Salah satu warga Sintang, Antonius Edy Setiawan mengatakan sampai Kamis, 11 November 2021 pukul 8.50 WIB tadi, tinggi air masih berkisar di 2-3 meter.

Ia menyebut, titik terparah banjir yaitu melanda permukiman warga yang terdekat dengan sungai Melawi dan Kapuas.

“Beberapa titik lokasi yang dekat sungai, masih sekitar 3 meter,” kata Anton kepada CNNIndonesia.com.

Dia mengungkapkan sampai saat ini dirinya masih bertahan di pengungsian. Sebab, tinggi air masih tinggi, hanya berkurang 5 sentimeter dari sebelumnya.

“Masih posisi bertahan [di pengungsian], dari hasil pengamatan mahasiswa yang saat ini di lapangan ada sedikit turun sekitar 5 cm,” kata dia.

Seorang warga sekaligus Ketua RT di Kelurahan Mengkurai, Hamdani juga menyebut tinggi air masih mencapai 2-3 meter. Hamdani mengatakan, sampai saat ini pihaknya sudah lagi tak kesulitan mendapat makanan dan minuman bersih. Namun, beberapa warganya masih ada yang mengeluhkan karena terkena kutu air.

Sementara itu, Gubernur Kalbar Sutarmidji mengungkapkan banjir berkepanjangan itu diakibatkan oleh serapan air yang berkurang. Pasalnya, kawasan hutan sudah banyak dikonsesi untuk perusahaan tambang.

Advertisement