PAINAN- Pemerintah Sumatera Barat (Sumbar) menargetkan angka kemiskinan turun hingga 1,5 persen tiap tahunnya. Hal ini disampaikan Nasrul Abit, Wakil Gubernur Sumbar.
Dikatakan Nasrul, upaya menurunkan angka kemiskinan tersebut dilakukan dengan berbagai program pemberdayaan petani. Sebab menurutnya hinga kini sebagian penduduk miskin tergolong masyarakat petani yang keberadaannya tersebar di 19 kabupaten/kota.
“Target penurunan kemiskinan itu telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Provinsi (RPJMP) 2016-2021,” ujarnya seperti diberitakan RiauMandiri.com, Rabu (24/2/2016).
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada Maret 2015 setidaknya terdapat 379.609 jiwa atau sebesar 7,31 persen dari total penduduk Sumbar merupakan warga miskin. Angka tersebut mengalami kenaikan jika dibanding statistik pada September tahun 2014 dengan jumlah warga miskin sebanyak  354.738 jiwa atau 6,89 persen dari total penduduk di Sumbar.
Pada periode itu, lonjakan angka kemiskinan tertinggi terjadi di daerah pedesaan yang naik hingga 15.369 jiwa. Sedangkan di daerah perkotaan hanya 9.502 jiwa.
Terdapat tiga dari 19 kabupaten yang dijadikan skala prioritas dalam program pengentasan kemiskinan. Diantaranya adalah  Pasaman Barat, Solok Selatan dan Kepulauan Mentawai. “Karena dari jumlah penduduk miskin yang ada, sebaran paing banyak di tiga kabupaten itu,” pungkasnya.




