BOJONEGORO – Meskipun ketinggian muka air di wilayah kota Bojonegoro sudah mulai menunjukan adanya penurunan, namun ternyata air Bengawan Solo tersebut mulai mengalir ke wilayah hilir Bojonegoro. Fasilitas umum seperti sekolah kebanjiran, pada Jumat (30/9/2016).
Salah satunya Sekolah Dasar (SD) di Desa Pilanggede, Kecamatan Balen. Air luapan Sungai Bengawan Solo itu sudah mencapai 50 centimeter (cm) lebih. Siswa yang melakukan proses belajar-mengajar akhirnya dipulangkan lebih awal.
Menurut salah seorang guru di SD tersebut, Umi Saidah, jika banjir semakin besar, kemungkinan sekolah sementara akan diliburkan. Namun jika sudah surut proses belajar-mengajar akan berjalan seperti biasa.
“Kalau kelihatannya akan surut. Kalau suruh maka akan masuk seperti biasa,” ujarnya, dikutip dari beritajatim.
Seperti diketahui, sesuai dengan papan duga di Taman Bengawan Solo, Desa Banjarsari, menunjukkan pada pukul 09.00 WIB, TMA Sungai Bengawan Solo di titik 13.10 peilschaal, dan pada pukul 12.00 WIB, kembali mengalami kenaikan di titik 13.80 peilschaal atau siaga 1. Pada puncaknya air meluap pada pukul 03.00 WIB pagi tadi hingga 14.06 peilschaal (siaga 2).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat sudah mempersiapkan petugas dari Tim SAR untuk mengevakuasi korban banjir. Begitu pula peralatan seperti perahu karet, tenda pengungsian, dan juga karung-karung pasir untuk menutup pintu air tanggul Bengawan Solo.
Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagan BPBD Bojonegoro, Sukirno mengatakan, petugas BPBD Bojonegoro kini terus memantau perkembangan tinggi muka air Bengawan Solo di daerah hulu dan juga di wilayah Bojonegoro. Pemantauan dilakukan setiap satu jam sekali.
“Semua sudah disiagakan untuk menghadapi banjir Bengawan Solo,” ujarnya.





