
JAKARTA (KBK) – Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Penanggulanagan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, sebenarnya edukasi tentang bencana kepada masyarakat di Indonesia sudah meningkat cukup signifikan, tetapi kesadaran terhadap mengatasi bencana belum menjadi sikap dan perilaku.
Hal itu disampaikannya dalam seminar seminar bertajuk “Laporan Bencana Asia Pasifik 2015 dan Pandangan Bencana Indonesia 2016, yang diadakan Platform Nasional (Planas) Pengurangan Risiko Bencana bekerjasama dengan Yayasan Dompet Dhuafa Republika dan Kantor Komisi Ekonomi-Sosial PBB untuk Asia Pasifik (UNESCAP), Rabu (27/1/2016) di Menara Thamrin.
“Saat ini masyarakat di Indonesia, terutama masyarakat yang ada di daerah-daerah, sudah mengetahui apa itu bencana. Namun untuk mengatasi bencana itu belum mereka terapkan. Termasuk masyarakat yang tinggal di tempat yang berpotensi tsunami, itu lah tantangan kita saat ini” ujarnya.
Sutopo menambahkan BNPB bersama UGM dan BMKG memasang setidaknya 25 unit alat pendeteksi bencana. Namun masyarakat tidak mendukung dalam perawatan alat tersebut.
Dikatakan Sutopo, BNPB menganggap media masa berperan sangat penting untuk menanggulangi bencana. “Media mampu menyelamatkan masyarakat dari bencana. Oleh sebab itu BNPB menaruh perhatian yang besar terhadap media,” pungkasnya.
“Jika ada bencana yang kecil saya langsung memberi himbauan lewat media sosial dan sebagainya, namun jika ada bencana besar, secepat mungkin saya akan mengadakan konferensi pers,” lanjut sutopo.



