Tasikmalaya-Bencana alam di Tasikmalaya, Jabar tahun ini meningkat.Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tasikmalaya sejak Januari hingga Juli 2016, jumlah kejadian bencana mencapai 167 kejadian, dengan perkiraan kerugian mencapai Rp 9.705.400.000.
Sementara pada tahun sebelumnya, pada periode yang sama, jumlah kejadian bencana di Kabupaten Tasikmala mencapai 123 kejadian dengan perkiraan kerugian mencapai Rp 8.083.825.000.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tasikmalaya Kundang Sodikin menyebutkan, dari hampir 167 bencana, 80 persen bencana didominasi tanah longsor. Kerugian terbesar bersumber dari kerusakan rumah, jalan, serta potensi gagal panen akibat sawah atau lahan perkebunan terdampak longsor dan banjir.
“Memang kalau dilihat, peningkatan bencana cukup signifikan. Ini terjadi karena tahun lalu kemarau, sementara sekarang kemarau basah. Tanah labil, sehingga banyak longsor. Curah hujan juga cukup tinggi sepanjang tahun, padahal saat ini seharusnya sudah masuk kemarau, tetapi karena efek La Nina kemungkinan hujannya bertahan sampai Desember,” tutur Kundang di Kantor BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Rabu, 3 Agustus 2016 seperti diberitakan PR Online.
Kundang mengatakan, saat ini Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya hanya memberikan bantuan stimulan bagi korban bencana. Sementara untuk ganti rugi masyarakat yang terdampak bencana, belum dapat dimaksimalkan karena keterbatasan anggaran.
“Bantuannya ya berupa stimulan saja. Misalnya ada yang meninggal kami beri santunan, atau misal darurat seperti bahan pokok untuk sehari-hari,” ucap Kundang.
Mengenai bantuan yang sifatnya pasca bencana seperti pembangunan rumah rusak, jalan yang terputus, atau gagal panen, pihak BPBD Kabupaten Tasikmalaya langsung berkoordinasi dengan dinas terkait. Nanti dinas tersebut yang akan memutuskan apakah akan ditindaklanjuti atau tidak.
“Kalau kami sifatnya hanya mengusulkan, eksekusinya ya di dinas masing-masing,” ucap Kundang.





