TEXAS – Seorang gadis berusia 10 tahun yang menderita cerebral palsy telah ditangkap tepat setelah melakukan operasi di Amerika Serikat untuk dideportasi ke Meksiko di tengah upaya Presiden AS Donald Trump dalam meningkatkan keamanan nasional negara tersebut.
Pejabat imigrasi AS mengikuti Rosa Maria Hernandez ke sebuah rumah sakit di negara bagian Texas, AS pekan lalu, hanya untuk menahannya setelah operasi tersebut.
Banyak simpati yang mengalir atas penangkapan terhadap anak yang memiliki keterlambatan tumbuh kembang mental ini, salah satunya American Civil Liberties Union (ACLU) yang pada hari Senin (30/10/2017), memberi pemerintah untuk membiarkan dia kembali kepada keluarganya.
“Dengan paksa memisahkan Rosa Maria dari keluarganya menimbulkan luka psikologis dan emosional yang serius pada dirinya dan seluruh keluarganya,” kata ACLU dalam sebuah surat kepada beberapa agen pemerintah yang menangani anak-anak pengungsi, seperti dilansir Press TV.
Ketika Rosa berumur tiga bulan, dia dilaporkan dibawa ke AS dari Meksiko dengan menyeberang secara ilegal dari Nuevo Laredo ke Laredo.
Perjalanan tersebut terpaksa dilakukan karena orangtuanya ingin mencari pengobatan terbaik bagi Rosa, agar gerakan tubuh dan kontrol otot sang anak bisa tumbuh dengan baik.
Sejauh ini, lebih dari $ 26.000 telah diajukan ke GoFundMe untuk membantu biaya bantuan hukum bagi Rosa.
Sementara Trump disebut telah berjanji untuk menindak pihak imigrasi namun belum terlihat titik terangnya hingga saat ini.





