MALANG – Meskipun tak dapat melihat, namun tekad dari penyandang tuna netra, Yeti Ristiana (25), untuk khatam Al Quran di bulan Ramadhan ini sangat tinggi.
Yeti adalah salah satu dari 105 penyandang tuna netra di UPT Rehabilitasi Cacat Netra, Jalan Beringin Kota Malang.Selama Ramadan, gadis asal Ponorogo ini tekun menjalani tadarus dengan Alquran Braille.
Ia optimis akan khatam membaca 30 juz seperti Ramadan setahun lalu. Karena itu, saat waktu luang dimanfaatkan untuk membaca dan menyimak Alquran Braillenya.
“Insya Allah, kalau tahun lalu khatam. Ini belum, masih beberapa ayat saja,” katanya.
Yeti mengaku belajar selama sekitar enam bulan, dari mulai mengenal huruf hijaiyah hingga bisa membaca. Ia harus meraba dan merasakan titik-titik dalam kombinasi tertentu, begitupun untuk mengenal harakat serta panjang dan pendeknya bacaan.
“Sebelumnya sudah tahu sedikit-sedikit. Enam bulan di sini baru bisa. Insya Allah sekarang sudah mulai lancar,” katanya.
Menurutnya, kesulitan belajar Alquran Braille terletak saat awal mengenal huruf hijaiyah. Huruf yang dalam bentuk tonjolan kecil-kecil tersebut kemudian berusaha dihafalkan di luar kepala.
Tahapan selanjutnya, belajar membaca panjang dan pendeknya bacaan, yang menurut Yeti hingga saat ini dirasakan masih menemukan kesulitan. Tetapi diyakini sedikit-sedikit akan bisa lancar.
“Ayo tadarusan mumpung Ramadan, apa berbagi nanti ngaji saya sampeyan lanjutkan,” katanya, dilansir merdeka.com, Kamis (1/6/2017).





