
WASHINGTON—Insiden penembakan di Orlando sepertinya tak pengaruhi kebijakan Obama terkait imigran Muslim. Bahkan, pemerintahan Obama berharap dapat memproses lebih banyak pengungsi Suriah di 6 bulan terakhir sisa pemerintahannya. AS menargetkan akan menerima 10 ribu pengungsi Suriah pada 30 September tahun ini.
Dalam surat kepada Senator Demokrat, Richard Durbin Kamis (16/6), Gedung Putih mengatakan telah menambah staf dan lokasi penyaringan pengungsi di Timur Tengah, tentu tanpa mengabaikan aspek keamanan dalam negeri AS.
“Oleh karena itu, kami berharap dapat mengakui lebih banyak pengungsi Suriah di kuartal ketiga dan keempat tahun fiskal 2016, daripada di kuartal pertama dan kedua,” demikian salah satu isi surat tersebut yang dilansir Reuters.
Langkah ini tentu saja berlawanan dengan pernyataan anti-imigran yang dilontarkan bakal calon presiden dari Partai Republik, Donald Trump. Ia menyerukan, program pemukiman kembali (resettlement) pengungsi ditunda. “Kami tidak tahu siapa mereka. Mereka tidak memiliki dokumentasi, dan kita tidak tahu apa yang mereka rencanakan,” ujarnya dalam sebuah kampanye.
Sejauh ini, AS merupakan negara yang paling sedikit untuk menampung pengungsi Suriah dibanding sekutu dekatnya. Jerman misalnya, telah menerima ratusan ribu pengungsi, sementara Kanada menampung 30 ribu pengungsi antara November 2015 dan 1 Mei 2016.




