LOMBOK – Sebanyak 2.700 wisatawan domestik dan mancanegara, dari Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno, telah berhasil dievakuasi, setelah gempa besar mengguncang Lombok.
Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menyatakan evakuasi dilakukan dengan 9 kapal secara bertahap, dan proses tersebut sempat terkendala karena air laut surut.
Sutopo menjelaskan, awalnya diperkirakan terdapat hampir 1.000 wisatawan saja. Namun ternyata ada 2.700 orang, termasuk pekerja dan pemilik hotel serta resort, yang ingin keluar tiga Gili.
Evakuasi ini kata dia adalah permintaan wisatawan dan warga yang ketakutan dengan kabar angin mengenai tsunami. Padahal, Sutopo menjamin ketiga lokasi wisata itu tetap aman dan dibuka.
Sutopo juga menambahkan, sebagaimana dilansir VOA Indonesia, Selasa (7/8/2018), ada 7 wisatawan dalam negeri yang meninggal.
“Informasi 7 wisatawan domestik (meninggal), lima berhasil dievakuasi. Kami tadi sudah kontak dengan aparat yang ada di GIli Trawangan mengenai kabar 7 orang meninggal wisatawan lokal dari Lombok bukan wisatawan asing,” imbuh Sutopo.





