NEW DELHI (KBK) – Pemerintah India memasang tombol panik dan perangkat darurat lainnya di bus di seluruh negeri.
Hal ini dilakukan merespon kekerasan seksual dan pelecehan yang sering terjadi di angkutan umum di negara itu.
Kekerasan seksual yang terjadi secara berulang sejak 2012 di New Delhi, memicu kecaman global dan protes luas di dalam negeri India.
Parlemen India juga mulai mengukuhkan draft rancangan undang-undang mencegah kekerasan seksual menjadi undang-undang, Kamis (2/6/2016).
Perangkat monitoring yang dipasang di fasilitas umum pemerintah India termasuk kamera CCTV dan sistem pelacakan kendaraan (GPS), sudah dipasang di bus baru.
Untuk bus keluaran lama akan dilengkapi secara bertahap.
Ketika tombol panik ditekan, pesan darurat akan dikirim ke ruang kontrol polisi, di mana petugas lapangan juga dapat memantau live footage dari interior bus.
Sebuah proyek percontohan sudah berjalan di negara bagian Rajasthan India, di mana 10 angkutan mewah dan 10 bus reguler telah dilengkapi dengan perangkat darurat.
Seperti dilansir Al Jazeera, diperkirakan ada 1.676.500 bus umum yang terdaftar di India sejak 2012.





