KUALA LUMPUR (KBK) – Sekolompok tim pembunuh diduga dikirim oleh Kim Jong-un, Pimpinan Korea Utara, untuk membunuh saudara kandungnya Kim Jong-nam, 5 detik sebelum check-in di bandara Kuala Lumpur.
Polisi di Malaysia telah menyelidiki rekaman CCTV, terlihat Kim Jong-nam meninggal setelah diracuni, Senin pagi (13/2/2017).
Ini diyakini setelah seorang berperawakan gemuk berusia 46 tahun sedang menggunakan mesin check-in di bandara Kuala Lumpur saat serangan itu yang terjadi secara tiba-tiba.
Seorang wanita muda dengan rok pendek, celana ketat merah muda dan atasan putih dengan tulisan ‘LOL’ di bagian depan berdiri di depannya sebagai penghalang.
Seorang wanita kemudian meraih Jong-nam dari belakang. Masih belum jelas persis bagaimana para pembunuh memberikan racun yang cepat bereaksi kepada Jong-nam.
Diduga, pembunuh menutupi wajah Jong-nam dengan kain yang sudah direndam kedalam air racun.
Pembunuh kedua mengenakan jumper ‘LOL’ tampak mengenakan sarung tangan berwarna gelap di satu sisi saat ia pergi untuk mendapatkan taksi.
Seorang wanita bernama Siti Aisyah, 25, dari Indonesia, dan pacarnya warga Malaysia berada di antara mereka. Keduanya telah ditangkap Polisi Malaysia.
Polisi menegaskan, Doan Thi Huong, berkebangsaan Vietnam, adalah wanita yang terlihat dengan tulisan LOL di baju yang berada di terminal sesaat sebelum merangkul Jong-nam.
Dalam CCTV menunjukkan Jong-nam jatuh ke belakang, dalam keadaan tertekan.
Dia tidak ada pengawal dan mungkin telah dilacak melalui media sosial dan posting Facebook.
Seorang sopir taksi, dua perempuan dan pacar kini telah ditangkap untuk penyelidikan. Namun polisi mengatakan beberapa tersangka yang lain masih buron.
Jong Nam menuju ke kamar kecil setelah serangan itu, kemudian meminta bantuan di meja informasi karena sakit parah di matanya. Dia meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit.
“Matanya ditutup dan ia tampak meringis kesakitan,” kata satu sumber polisi.
New Straits Times mengatakan agen Korea Utara dari Reconnaissance terlibat dalam pembunuhan ini.
Dilaporkan Mirror, Jong Nam memiliki tekanan darah tinggi ketika ia meninggal.





