
ACEH – Erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara berdampak hingga ke Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh, dimana abu meterial telah sampai hingga kesana.
Mayoritas warga memilih berada di dalam rumah karena khawatir mengalami gangguan kesehatan jika menghirup abu vulkanik Gunung Sinabung.
Misalnya saja, Zulkarnain (32), pemilik warung kopi setempat mengatakan, takut jika dihirup debu vulkanik tersebut karena bisa menimbulkan masalah pernapasan dan gangguan pada bagian paru-paru. Ia menyatakan pula, begitu juga bila tersentuh kulit di tubuh seperti pada bagian tangan atau kaki, bisa mengakibatkan pembengkakan.
“Malam ini, tak seperti biasanya orang berkumpul minum kopi di warung saya. Memang masih ada, tapi sedikit. Ini pun, sebentar lagi saya mau tutup,” ujarnya lagi.
Sementara itu Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) setempat menyatakan, debu vulkanik dari erupsi Gunung Sinabung telah menyebar hingga beberapa wilayah di Aceh akibat terbawa angin.
“Debu vulkanik Gunung Sinabung menyebar ke beberapa kabupaten/kota di Aceh,” ujar Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Blangbintang, Aceh, Zakaria.
Ia menjelaskan, sebagaimana dilansir Antara, material yang dibawa dari erupsi gunung berada di Kabupaten Tanah Karo, Provinsi Sumatera Utara tersebut telah mengarah ke bagian tengah, dan barat-selatan di provinsi paling ujung utara di Sumatera ini.
Wilayah terdekat dari Tanah Karo seperti Aceh Tenggara, Gayo Lues, Subulussalam, Aceh Selatan, dan beberapa daerah lainnya dipastikan terdampak debu vulkanik. Pada saat letusan pertama kali terjadi sekitar pukul 08.53 WIB, Gunung Sinabung juga mengalami beberapa erupsi susulan meski frekuensi lebih rendah.




