GARUT – Kualitas beras miskin (raskin) atau beras sejahtera (rastra) yang kurang baik masih dikeluhkan sejumlah warga, misalnya di Desa Sukaluyu, Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut.
Warga mengeluhkan kualitas raskin yang tidak layak konsumsi, bahkan yang lebih parah timbangan yang mereka terima tidak sesuai jatah.
Hal tersebut dibenarkan Ketua RT 01/04 Desa Sukaluyu, Ucu Herawati yang sudah beberapa kali menerima kiriman raskin dengan timbangan kurang.
Akibatnya mereka merugi karena meskipun kurangnya hingga mencapai 3 kg, tetap saja membayar ke desa sebanyak 15 kg.
“Kami harus terus nombok, karena pihak desa tidak mau tahu dan tetap harus membayar penuh, ” katanya, Kamis (18/5/2017), dikutip Fokus Jabar.





