Terjadi 31 Kali Gempa Guguran di Gunung Karangetang

Pusat Vulkanologi, dan Mitigas Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi Kementerian ESDM merekam sebanyak  60 kali gempa guguran Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara pada periode 1-17 Mei 2023. (Foto: PVMBG)

MANADO – Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, mencatat bahwa Gunung Karangetang mengalami gempa guguran sebanyak 31 kali pada Kamis (27/7/2023) pagi.

Ketua Pos PGA Karangetang, Yudia P Tatipang, yang berada di Manado, menjelaskan bahwa gempa guguran tersebut terjadi mulai pukul 00.00 Wita hingga 06.00 Wita.

“Amplitudo gempa guguran yang tercatat berkisar antara tiga milimeter hingga 25 milimeter dengan durasi antara 39 hingga 327 detik,” terang Yudia.

Selain itu, tercatat adanya tremor menerus (microtremor) dengan amplitudo sekitar 0,5 milimeter hingga tiga milimeter, yang didominasi oleh amplitudo dua milimeter.

“Hingga saat ini, status Gunung Karangetang masih berada pada siaga level III,” katanya, seperti diberitakan Antara.

Secara visual, gunung tersebut tampak tertutup oleh kabut, dan hanya terdengar gemuruh akibat guguran lava yang meluncur.

Oleh karena itu, Pos PGA mengimbau warga untuk mematuhi radius bahaya sebesar 2,5 kilometer dari puncak kawah serta radius 3,5 kilometer di sektoral tertentu.

Meskipun terjadi penurunan aktivitas guguran lava, masyarakat tetap diingatkan untuk tetap waspada terhadap potensi awan panas guguran, yang dapat terjadi akibat material vulkanik yang menumpuk di puncak kawah.

“Potensi ancaman ini bisa muncul sewaktu-waktu, oleh karena itu, diperlukan kewaspadaan bagi warga yang tinggal di lereng gunung atau daerah sekitar aliran sungai yang berhulu di puncak kawah,” jelas Yudia.

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menaikkan status Gunung Api Karangetang menjadi level III (Siaga) setelah terjadi peningkatan kejadian guguran pada kawah utama.

Berdasarkan data instrumental dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), kejadian gempa guguran menunjukkan peningkatan sejak 18 Januari 2023. Dan, semakin meningkat pada 6 Februari 2023, dengan mencatat 43 kejadian gempa guguran per hari.

Pada 7 Februari 2023, jumlah kejadian gempa guguran meningkat menjadi 62 per hari. Berdasarkan data pemantauan visual, seismik, potensi bahaya, dan remote sensing, aktivitas Gunung Karangetang dinaikkan dari level II (waspada) menjadi level III (siaga) mulai tanggal 8 Februari 2023.

Advertisement