BANDUNG – Virus flu burung telah membuat 600 ekor itik milik tiga peternak mati mendadak di Kampung Lebakwangi, Desa Sekarwangi, Kecamatan Soreang, Jawa Barat.
Camat Soreang Rusli Baijuri menjelaskan, pihaknya pertama kali mendapatkan laporan kematian itik pada 16 Februari 2017. Awalnya, hanya dua sampai tiga ekor itu yang mati.
Awalnya petani menganggap karena perubahan suhu dan cuaca, tapi makin ke sininya semakin banyak.
Peternak kemudian melaporkan temuan itu kepada aparat setempat dan penyuluh. Dinas Pertanian dan Peternakan kemudian juga turun ke lapangan untuk memeriksa secara ilmiah.
Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium yang diterbitkan Dinas Pertanian dan Peternakan, dipastikan seluruh unggas itu terjangkit virus flu burung.
“Hasilnya positif jadi langsung dilokalisasi. Artinya itik-itik yang mati itu dibakar dan dikubur,” kata Rusli.
Rusli menduga terpaparnya itik oleh virus flu burung terjadi saat pendistribusian atau sejak di lokasi penjualan unggas. Namun, dugaan tersebut perlu diteliti lebih lanjut.
Dengan adanya kejadian tersebut, pemerintah setempat menerbitkan rekomendasi agar seluruh unggas yang masih hidup tidak boleh dikonsumsi. Masyarakat juga diimbau agar segera melaporkan jika terjadi hal serupa kepada aparat desa dan melokalisasi Desa Sekarwangi, Kecamatan Soreang, Jawa Barat
“Jika terdapat masyarakat yang sakit, segera laporkan dan dibawa ke rumah sakit,” ujar Rusli, dilansir Liputan6.com, Jumat (24/2/2017).





