Terlibat Narkoba, Walikota di Filipina Ditembak Mati

FILIPINA – Polisi di Filipina selatan mengatakan bahwa mereka menembak 15 orang, termasuk seorang walikota yang berada di antara politisi Presiden Rodrigo Duterte yang secara terbuka terkait dengan obat-obatan terlarang.

Walikota yang telah terbunuh tersebut yakni Walikota Ozamiz, Reynaldo Parojinog Sr. Kepala polisi Ozamiz Jovie Espenido mengatakan jika Walikota termasuk target yang penting.

“Dia adalah target bernilai tinggi untuk obat-obatan terlarang,” ujar Espenido, yang mengawasi serangan simultan d di kediaman walikota dan tiga rumah lainnya, mengatakan pada sebuah konferensi pers, seperti dilansir AP, Minggu (30/7/2017).

“Kami menegakkan hukum untuk melindungi orang-orang yang menginginkan perdamaian di negara ini Bagaimana kita bisa menegakkan hukum jika kita takut pada penguasa obat bius? Itu tidak mungkin, mereka harus takut pada orang yang berbuat baik untuk semua. ” tegasnya lagi.

Sedikitnya lima orang, termasuk anak perempuan Parojinog, yang menjabat sebagai wakil walikota Ozamiz, sebuah kota pelabuhan, ditangkap dalam penggerebekan tersebut.

Polisi mendekati rumah walikota saat pengawalnya melepaskan tembakan dan menabrak sebuah mobil polisi dan melukai seorang petugas polisi, memicu pertarungan  di tengah pemadaman listrik.

Filipina dibawah kepemimpinan Duterte telah emmerangi narkoba dengan serius. Pembunuhan narkoba telah banyak dikritik oleh pemerintah Barat dan kelompok hak asasi manusia yang telah menyerukan pembantaian  di luar hukum terkait dengan kampanye anti-narkoba.

Duterte telah berjanji untuk membela petugas polisi yang akan menghadapi tuntutan pidana dan hak asasi manusia yang menindak obat-obatan terlarang.

Advertisement