JAKARTA (KBK) – Hidup sebatang kara di usia senja tak membuat Mad Subari menginginkan belas kasih. Kakek berusia 68 tahun itu tetap gigih menyongsong hari dengan menarik gerobak barang bekasnya. Seperti yang termuat di laman facebook Share If You Care, Mad Subari tampak tegar.
Setiap hari Mad Subari mesti menarik gerobak dari rumahnya di Kelurahan Kibin, Serang, Banten menuju Pasar Tambak guna menjual hasil pungutannya yang tak lain ialah botol dan kardus ke pengepul barang bekas. Yang membuat miris ternyata dari satu gerobak penuh barang bekas yang dikumpulkannya selama satu minggu hanya dihargai Rp 1.500 per kilogram atau Rp 16.500 uang yang berhasil dibawa pulang Mad Subari dalam rentang waktu 7 hari.
Berdasarkan informasi yang diunggah Share If You Care ke akun facebooknya sejatinya Mad Subari memiliki istri dan seorang anak namun keduanya telah lebih dulu dipanggil sang maha kuasa. Rumah yang ditinggali Mad Subari pun lebih memilukan, dari luar bangunan tampak seperti rumah kosong karena materialnya yang sudah lapuk termakan usia. Begitu juga dengan gentingnya yang sebagian telah copot dan berhamburan. Bahkan pada bagian belakang sudah roboh.
Pahitnya hidup yang dijalani Mad Subari tak berhenti disitu. Ketika sang surya tenggelam di ufuk barat suasana rumah Mad Subari sontak gelap gulita, tak ada lagi aliran listrik yang tersambung. Sebuah dipan kecil yang diambil dari tempat sampah baginya sudah merupakan kasur terempuk kendati ia harus berbaring tanpa bantal dan selimut.
Keadaan bertambah pelik jika hujan turun, kondisi genting rumahnya yang tak lagi sempurna membuat air hujan dapat masuk dengan mudah dan membasahi lantai rumah Mad Subari. Ditanya keinginannya oleh salah seorang anggota Share If You Care, Mad Subari mengucap hanya menginginkan sebuah radio untuk menghilangkan rasa sepi. Dalam postingan tersebut Mad Subari juga mengaku belum makan karena belum masak akibat tak memiliki uang.
“Biasanya saya beli beras 1 liter untuk stok empat hari dan makan cukup nikmat meskihanya dengan garam,” ucap Mad Subari.
Setelah fotonya diunggah, Mad Subari banjir doa dan pujian. Tak sedikit netizen yang meras iba dan terketuk hatinya. Bahkan Fajar Dean Rahman salah seorang netizen dalam komentarnya menginginkan supaya dibentuk tim untuk mengkoordinasi bantuan untu Mad Subari.
“Usul saja, mohon admin mengkordinir bantuan baik uang maupun barang ke kakek Mad Subari agar lebih terkordinasi dan kakek bis cepat dapat bantuan,” ujarnya.
Selain itu foto Mad Subari juga telah disukai lebih dari 650 netizen dan sudah dibagikan sebanyak 688 kali.





