Tidak Cukup Sekedar Jadi Brand yang Top of Mind

Brand yang kuat dibenak masyarakat kerap diukur bila brand tersebut sudah menempati top of mind.  Beberapa merk seperti aq*a, Indo*ie, Sa*yo adalah mereka yang menempati posisi yang paling diingat dan sering disebut berdasarkan situasi consumer needs-nya.

Benar memang ketiga brand yang saya sebutkan di atas adalah brand yang sudah terkenal, brand yang sudah amat dipahami dan bahkan termasuk dalam kelompok brand yang sudah disukai oleh masyarakat.

Pertanyaan saya, apakah brand tersebut juga sudah kuat?

Mari kita simulasikan dan ingat-ingat kembali, apakah Anda termasuk orang seperti dalam ilustrasi berikut.

Di siang yang terik, seorang pria pengendara motor menepi di depan warung minuman. Perjalanan yang panas dan macet membuat ia memutuskan untuk membeli air minum dalam kemasan.

‘Bang.. ada aq*a dingin?’.

Si penjual mengangguk sekedarnya dan mengambil satu botol air minum yang bukan merk yang disebut calon pembeli tadi, karena di box es nya yaa memang cuma ada merk itu, tidak ada aq*a seperti yang diminta tadi.

Kemudian air diserahkan, uang pecahan lima ribu pun diterima. Dan… glek glek glek… air dingin tersebut langsung ‘dieksekusi’ di atas motor.

Dari cerita tersebut, kenapa si pria tidak mengurungkan niatnya membeli air di warung tersebut, toh barang yang ada bukanlah merk yang dipesan. Kenapa juga ia tidak mencari lagi di warung-warung lainnya sampai mendapatkan air minum dengan merk yang spontan tersebutkan tadi.

Tidak cukup sekedar populer

Teman-teman, kali ini kita belajar satu hal bahwa brand yang kuat itu bukan cuma brand yang populer. Bukan pula brand yang memenangkan kontes top of mind.

Brand yang kuat musti hingga tahap dipilih dan dibeli. Bila ia tidak ada, masyarakat secara sadar untuk menahan pembelian bahkan ia sampai mengeluarkan additional energy, rela beranjak mencari ke toko lain sampai ia menemukannya.

Kalau tidak dengan merk tersebut, seperti ada rasa tidak puas atau bahkan terbesit ada keraguan apakah produk tersebut mampu menebus level dahaga yang dibayangkan.

Teman-teman, Brand yang kuat adalah brand yang cemerlang karena ia ada karena terpilih dan dipilih lagi karena masyarakat mempercayainya, tidak cukup sekedar populer.

dimana posisi brand organisasi Anda sekarang?

*oleh-oleh dari workshop Branding for Social Organization bersama Ibu Amalia E Maulana, Ph.D – Etnomark consultant.

Ga_sekedar_brand_topofmind

Advertisement