Tiga Faktor Penyebab Terjadinya Reinfeksi Covid-19

Walau tren kasus-kasus baru paparan Covid-19 turun dalam beberapa pekan terakhir ini, muncul sejumlah varian baru virus corona yang bermutasi. Wapada! dan tetap Patuhi Prokes.

JAKARTA – Reinfeksi atau penularan covid-19 berulang pada seseorang tergantung pada tiga komponen penting yang berpengaruh.

Hal tersebut diungkapkan Guru Besar Departemen Patologi Klinik Universitas Kristen Krida Wacana Jakarta Tonny Loho, “Kalau kita kembali kepada prinsip dasar penyakit infeksi, itu ada tiga komponen yang berpengaruh,” kata Tonny dalam Talkshow Perkembangan Gejala pada Subvarian BA.5, di Jakarta, Jumat.

Ketiga komponen tersebut adalah agen yang berarti virus COVID-19, host atau manusia yang akan terinfeksi dan lingkungan sekitar. Ketiganya sangat menentukan kembali terkena atau tidaknya seseorang, meski telah divaksinasi hingga dosis booster.

Tonny menuturkan infeksi COVID-19 akan selalu terjadi karena sifat virus yang terus bermutasi. Virus dapat menyebar dengan sangat cepat, ketika banyak orang beraktivitas di satu tempat yang sama.

Virus itu terus berputar menjadi semacam partikel di udara dan akan mengenai orang yang abai terhadap kesehatan dirinya atau memiliki imun yang rendah. Saat mengenai seseorang, virus akan masuk ke dalam tubuh melalui rongga hidung atau mulut.

Virus COVID-19 akan semakin mudah masuk ke dalam tubuh, kata Tonny, saat orang saling berbicara tanpa adanya pembatas seperti masker.

Penularan akan semakin parah, apabila ruang tempat dilakukannya aktivitas tertutup, ber-AC dan tidak memiliki sirkulasi udara yang baik. Akibatnya, COVID-19 akan terus berputar di dalam ruangan dan penularan jadi lebih luas.

“Walaupun sudah divaksin, kalau dia berada dalam suatu kerumunan orang, dia makan bersama, ketika makan mereka akan membuka masker, kemudian berinteraksi. Kalau ada satu orang, dua orang atau lebih yang positif akan mengeluarkan virus itu ke udara,” ucapnya, seperti dilansir Antara.

Dengan hadirnya varian BA.5 yang dapat menular dengan cepat, dokter yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik Indonesia itu meminta seluruh pihak untuk lebih meningkatkan kewaspadaan melalui pengetatan protokol kesehatan, baik pada diri sendiri maupun lingkungan.

Tonny menyarankan agar jangan melakukan aktivitas sosial tanpa menggunakan masker. Hal itu sangat berbahaya, karena akan mempercepat penularan virus dari satu orang ke orang lainnya.

Selain itu, usahakan untuk selalu menjaga jarak minimal satu meter antar-sesama dan rajin mencuci tangan agar virus yang menempel pada suatu permukaan benda atau tangan, tidak menyebar ke area tubuh lain.

Tonny kembali mengingatkan agar mengurangi mobilitas yang tidak terlalu diperlukan, karena manusia menjadi pihak yang akan dijadikan inang oleh COVID-19, serta menghindari kerumunan.

Sedangkan untuk lingkungan sekitar, usahakan setiap ruangan diberikan ventilasi agar sirkulasi udara berjalan dengan baik. Ventilasi juga dapat membantu menukar udara, sehingga virus terbawa ke luar ruangan.