
CIANJUR – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mencatat tiga Sekolah Menengah Pertama (SMP) masih melakukan proses belajar mengajar di dalam tenda pasca gempa.
Kepala Bidang SMP Disdikpora Kabupaten Cianjur, Helmi Halimudin, di Cianjur, Senin, mengatakan dari 30 SMP yang rusak akibat gempa tahun 2022, sebanyak 26 di antaranya tinggal menunggu penyerahan dari Kementerian PUPR, tinggal 3 SMP yang masih dalam proses pembangunan.
“SMPN 1 Cugenang, SMPN 3 Cianjur, dan SMPN 5 Cianjur yang masih dalam proses pembangunan sehingga sekitar 1.000 siswa masih belajar dalam tenda. Untuk sekolah lainnya sudah tuntas tinggal menunggu serah terima dari Kementerian PUPR,” katanya, dilansir Antara.
Sambil menunggu penyerahan sekitar 26 sekolah SMP yang sudah tuntas pembangunannya 100 persen, dapat digunakan proses belajar mengajar secara normal dalam kelas, sehingga tidak ada lagi siswa yang belajar di dalam tenda.
Sedangkan untuk tiga SMP yang belum tuntas pembangunannya, pihaknya meminta kepala sekolah meminta pihak Kementerian PUPR menyelesaikan minimal 10 ruang kelas untuk sekolah yang besar agar siswa tidak belajar di dalam tenda.
“Kami dari dinas juga meminta pihak pelaksana pembangunan menuntaskan ruang kelas terlebih dahulu agar tidak ada lagi siswa yang belajar di dalam tenda dengan harapan dua bulan ke depan pembangunan sekolah yang rusak akibat gempa tuntas seluruhnya,” kata Helmi.



