JAKARTA – Sri Rabitah (25) seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Dusun Lokok Ara, Desa Sesait, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, kehilangan satu ginjalnya saat ia bekerja di Doha, Qatar.
Diduga, ginjalnya diambil saat itu bekerja di negara yang berada di kawasan Timur Tengah itu. Tahun 2014, Sri yang baru saja pulang dari Malaysia ditawari buat bekerja di Abu Dhabi oleh seorang perempuan bernama Ulfah dan ia diajak cek kesehatan di Mataram.
Kemudian, setelah dinyatakan lulus cek kesehatan, Sri dibawa ke PT BLK-LN Falah Rima Hudaity Bersaudara di Jakarta untuk menjalani pelatihan untuk penempatan di Abu Dhabi. Pada 27 Juni 2014, Sri bersama 22 orang lainnya diberangkatkan menuju Abu Dhabi.
Namun Sri justru dikirim ke Doha, Qatar. Di sana dia bekerja pada majikan bernama Madam Gada. Satu minggu bekerja, Sri dibawa oleh sang majikan untuk melaksanakan pemeriksaan kesehatan karena dianggap lemah.
Diberitakan merdeka.com, kemudia ia dibawa ke ruang operasi dengan alasan untuk mengangkat penyakit. Sri lantas disuntik hingga tak sadarkan diri. Setelah seminggu pelaksanaan operasi, Sri dikembalikan ke PT Aljajira Qatar karena dianggap tidak bisa bekerja dan lemah sebagai asisten rumah tangga.
Deritanya belum berakhir, di PT tersebut Sri mengalami tindakan kekerasan karena dianggap tidak bisa bekerja. Sri pun dipindah-pindah kerja dengan alasan PT tidak mau tahu Sri harus bekerja.
Hingga akhirnya ia dipulangkan dengan tanpa dibayar. Setibanya di Surabaya, Sri dibantu oleh seseorang dan dipulangkan ke Lombok. Sekitar Juli 2014, Sri sampai di rumah dan beraktivitas seperti biasa. Namun Sri sering mengalami sakit sakit. 3 tahun kemudian tepatnya Februari 2017, Sri melakukan cek kesehatan ke RSUD Tanjung.
Setelah diperiksa dan melihat hasil rongen, ternyata ginjal sebelah kanan Sri tidak ada dan sudah diganti dengan pipa plastik. Kini, ia sedang menunggu jadwal operasi untuk mengangkat pipa yang ada di tubuhnya.





