BANDUNG – Kecelakaan maut sudah dua kali terjadi saat liburan panjang akhir pekan di Puncak Bogor, yang menewaskan banyak korban jiwa, dan diakibatkan oleh bus yang tidak layak jalan.
Karenanya, Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Dedi Taufik mengatakan pihaknya segera melakukan razia pemeriksaan bus-bus. Pemeriksaan kendaraan ini juga akan dilakukan sekaligus mengantisipasi arus mudik Lebaran.
Diungkapkannnya, pihaknya akan melakukan pembinaan dan pengawasan angkutan, sehingga menjelang Hari Raya Lebaran bisa dipastikan semua kendaraan yang beroperasi layak jalan. Perusahaan bis juga diminta menyiapkan kendaraan yang sesuai dengan peruntukannya. Kendaraannya harus betul-betul siap, sehingga diharapkan tidak terjadi lagi kecelakaan seperti di Puncak.
Menurut Dedi, pemeriksaan kendaraan bus sudah mulai dilakukan di sejumlah daerah. Diantaranya di Bogor, Subang , dan Kuningan. “Sudah dilakukan ramp-cek. Sesuai amanat undang-undang bahwa kendaraa yang dipergunakan harus betul-betul dalam kondisi layak,” katanya.
Dedi menambahkan, seperti dilansir Tempo, Selasa (12/5/2017), infrastruktur fasilitas lalu-lintas di jalur Puncak, diklaim relatif lengkap. Dia mencontohkan, sejumlah ruas jalan di jalur Puncak sudah dilengkapi rambu kejut di badan jalan, warning light, serta Penerangan Jalan Umum.
“Memang ada satu-dua PJU yang tidak nyala, tapi kami akan ganti dengan sollar cel. Tapi fasilitas lalin cukup. Investigasi saat ini kita akan melihat apakah pemicunya faktor kendaraan, manusia, atau juga infrastruktur,” katanya.
Kecelakaan maut terjadi di jalur Cianjur-Puncak Desa Ciloto Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Ahad (30/4/2017) dan menewaskan 13 orang. Sebelumnya kecelakaan beruntun juga terjadi pada 22 April yang menewaskan tiga orang dan belasan terluka.





