Tragedi Tarik Tambang Maut Makassar, Polisi Pastikan Ada Tersangka

MAKASSAR – Tragedi tarik tambang Makassar membuat satu peserta tewas. Berdasarkan rekaman CCTV, peserta yang merupakan seorang wanita meninggal akibat entakan tali yang sangat kencang di lokasi kejadian.

Polisi kemudian menyelidiki kasus kecelakaan tarik tambang Ikatan Keluarga Alumni Universitas Hasanuddin, Sulawesi Selatan, (IKA Unhas Sulsel) tersebut.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Budhi Haryanto, memastikan bakal ada tersangka kasus tarik tambang maut yang menewaskan satu orang peserta dan belasan luka di Makassar.

“Ada, pasti ada (tersangka),” kata Budhi usai apel Operasi Lilin 2022 di Makasssar, Kamis (22/12/2022).

Satu orang peserta meninggal dunia setelah kepala korban bernama Masyita terbentur beton pembatas jalan. Belasan peserta mengalami luka-luka akibat tali tambang sepanjang 1.540 meter itu putus.

Sampai saat ini, kata Budhi, penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Makassar masih terus menggali keterangan dari sejumlah saksi yang merupakan panitia pelaksana.

Kepolisian juga telah mengamankan barang bukti berupa tali yang digunakan saat tarik tambang pemecahan rekor MURI dan rekaman CCTV yang ada di sekitar lokasi kejadian.

“Barang bukti CCTV sama tali yang digunakan sudah diamankan dan CCTV-nya ada lima titik,” katanya, dilansir dari cnnindonesia.com.

Selain mengamankan barang bukti, polisi turut memeriksa total 25 saksi dalam kasus tersebut. Pemeriksaan dilakukan guna mendalami unsur pidana dalam insiden tersebut.

“Kita akan cari tahu siapa yang melakukan peristiwa itu,” ujarnya.

Budhi enggan menyebut identitas para saksi yang telah dan akan diperiksa penyidik. Ia hanya mengatakan saksi-saksi yang diperiksa berada di lokasi kejadian dan panitia penyelenggara.

Kronologi

Dilansir detikSulsel, acara tarik tambang IKA Unhas Sulsel di Makassar dilaksanakan pada Minggu (19/12/2022). Acara itu melibatkan 6.000 peserta. Diceritakan, kecelakaan tersebut bermula saat korban dan peserta tarik tambang lainnya sedang bersantai di tengah jalan raya setelah acara selesai.

“Kejadian pas mulai hujan. Saya kan di tengah, itu sudah selesai (acara tarik tambangnya). Rupanya (tali) tambang itu kan menyimpan energi (ada yang tarik setelah acara)” kata Ketua IKA Unhas Sulsel Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto, Minggu (18/12/2022).

Tiba-tiba, tali tambang berwarna putih yang berada di lokasi tertarik kencang dari arah Karebosi. Hal itu membuat sejumlah peserta kaget dan mengalihkan pandangannya ke sumber entakan tali yang sangat kencang.

Saat itu, korban yang bernama Masyita berdiri di dekat tali dan terpental setelah kakinya terkena tarikan tersebut. Korban jatuh dan terbentur barier beton yang berada di tengah jalan.

Sejumlah orang yang berada di sekitar lokasi kejadian kemudian mendekati dan berusaha menolong korban yang terkapar. Sementara sejumlah orang lainnya tampak panik dan histeris.

Identitas Korban Tewas

Peserta acara tarik tambang IKA Unhas dibagi menjadi dua tim, yaitu kostum merah dan putih. Korban disebut memakai kostum putih.

“Yang menang, kan, yang 3.000 orang itu (pakai baju merah), dia (korban) di ujung di putih yang kalah. Dia berdiri di atas tali, talinya, kan, terlecut (tertarik) kena kakinya kemudian (korban) terpental ke beton,” ucap Ketua IKA Unhas Sulsel Moh Ramdhan Danny Pomanto.

Satu orang tewas dan delapan orang luka-luka akibat insiden tersebut. Korban tewas bernama Masyita. Ia adalah Ketua RT 001 di Kelurahan Ballaparang, Rappocini, Makassar.

“Itu (korban), kan, tim saya kasihan, orang baik, orang berdedikasi. Dia masuk PKK, dia aktif. Saya juga merasa kehilangan,” kata Danny, Minggu (18/12/2022).

Masyita memiliki dua orang anak yang masih duduk di bangku sekolah. Kedua anak korban akan diberikan beasiswa.

“Kita urusi semua, sampai takziah, terus juga dua anaknya kita kasi beasiswa sampai dia selesai,” tambahnya.

Tanggapan Panitia

Panitia acara tarik tambang IKA Unhas Sulsel buka suara soal kecelakaan yang menewaskan seorang wanita tersebut. Ketua panitia Rahmansyah mengatakan tali digulung secara manual.

“Manual, pakai tangan. Saya tegaskan tidak pakai alat apalagi mesin penggulung untuk menarik dan mengumpulkan tali,” katanya, Senin (19/12/2022).

Selain itu, panitia lainnya mengatakan korban tewas karena swafoto (selfie) sambil memegang tali tambang. Ia menyebut insiden itu bukan kelalaian panitia acara.

“Peristiwa ini tidak diinginkan, bukan kelalaian panitia. Setelah itu dia main selfie-selfie ibu-ibu ini, pegang-pegang tali main selfie. Seakan-akan dia baku tarik tambang begitu. Jadi tidak ada unsur kesengajaan,” kata Nursalim, salah satu panitia tarik tambang IKA Unhas Sulsel.

Namun, pernyataan itu bertolak belakang dengan rekaman CCTV di lokasi, tepatnya di perempatan Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Gunung Batu Putih, Makassar.

CCTV menunjukkan Marsyita sama sekali tidak melakukan selfie saat kejadian. Korban hanya berdiri di dekat tali tambang, kemudian terpental akibat sentakan tali yang tertarik kencang.

Advertisement