WASHINGTON – Presiden AS Donald Trump mengucapkan terima kasih kepada Pemimpin Korea Utara Kim Jong UN karena menyerahkan sisa-sisa kematian Perang Korea atau tulang belulang tentara AS yang masih tersisa di Korut.
Dalam sebuah tweet, Trump juga berterima kasih kepada pemimpin Korea Utara untuk “surat yang bagus”, yang telah dikirim Kim, tanpa menjelaskan secara rinci isi surat tersebut.
Sebelumnya, Wakil Presiden Mike Pence berada di Pearl Harbor, Hawaii, untuk menerima 55 peti mati. Pemulangan jenazah AS disetujui oleh Mr Trump dan Mr Kim setelah pertemuan puncak Juni mereka di Singapura.
Militer AS menerbangkan peti mati dari Osan Air Base di Korea Selatan. Setiap kotak dibungkus dengan bendera dan membawa sebuah jet kargo militer oleh seorang pelaut, seorang Marinir, seorang prajurit dan seorang pilot di Pangkalan Bersama Pearl Harbor-Hickam di Honolulu pada hari Rabu.
“Beberapa orang menyebut Perang Korea sebagai ‘perang yang terlupakan’,” kata Pence, yang ayahnya bertempur dalam konflik, dikutip BBC.
“Tapi hari ini, kami membuktikan bahwa para pahlawan ini tidak pernah dilupakan. Hari ini, anak-anak lelaki kami pulang.”
Pence mengatakan serah terima ini menunjukkan keberhasilan KTT Presiden Trump dengan Kim.
Lebih dari 5.000 anggota layanan AS belum ditemukan di Korea Utara dari konflik 1950-53
dan militer AS mengatakan keluarga prajurit itu telah diberitahu. Namun tidak jelas apakah sisa-sisa itu telah dipulangkan juga.
Para ahli mengatakan mengidentifikasi tulang bisa memakan waktu berbulan-bulan atau bertahun-tahun.
Korea Utara sebelumnya mengembalikan sisa-sisa tentara asing yang diakui yang ternyata salah diidentifikasi.
Militer AS yakin peti mati itu juga dapat berisi sisa-sisa pasukan dari negara-negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa lainnya yang bertempur bersama AS atas nama Korea Selatan selama perang.
Diperkirakan 5.300 anggota layanan AS terdaftar sebagai tidak terhitung dari konflik 1950-53 di Korea Utara.





