JAKARTA, KBK – Ketika matahari masih berada di ufuk timur. Muhamad Fauzi telah menghidupkan mesin sepeda motornya, bersiap melakukan rutinitas sehari-hari yakni jualan jamu sambil bawa buku. Deru sepeda motornya yang khas telah menjadi penanda bagi masyarakat Sidoarjo Jawa Timur bahwa pengetahuan akan dunia lain akan segera datang menghampiri rumahnya.
Bagi sebagian besar masyarakat Sidoarjo, Hadirnya Fauzi di lingkup masyarakat Sidoarjo tak semata menjadi penjual jamu namun telah bertransformasi menjadi duta baca bagi kaum marjinal yang haus akan pengetahuan. Keceriaan anak-anak pun mulai tampak setelah Fauzi menyandarkan sepeda motornya.
Anak-anak maupun orang dewasa yang tak sabar meminjam buku Fauzi dengan cara cuma-cuma tersebut antri secara tertib, mulut mereka pun tak henti-hentinya melontarkan beberapa judul buku yang mereka ingin baca.
Sejak berjualan jamu di tahun 2008, Fauzi memiliki keinginan untuk bisa menularkan minat baca terhadap masyarakat. Karena bagi Fauzi dengan cara membaca pengetahuan bisa didapat. Kebiasaan Fauzi mengajak buku “keliling kampung” sambil berjualan jamu mulai dilakoni bapak dua anak itu pada 2013 silam.
“Ini saya lakukan supaya budaya membaca dapat di tularkan ke masyarakat yang lebih luas,” ucap Fauzi yang dalam satu hari bisa mengantogi omset dari berjualan jamu sebesar Rp 50 ribu, Selasa (16/08/16)di Jakarta.
Menurut Fauzi yang merupakan lulusan pesantren Busatanul Arifin Songgon Banyuwangi, dapat membantu dan berguna bagi masyarakat merupakan hal yang wajib dilakukan. Setiap keliling, sedikitnya 100 buku beraneka judul di boyong Fauzi, mulai dari buku pengetahuan umum hingga buku cerita untuk anak-anak.
“Sistimnya buku ini saya pinjamkan, boleh pinjam sehari, seminggu atau lebih. Gratis,” ujar Fauzi yang juga mendirikan perpustakaan mini pada 2011.
Kegigihan Fauzi menyebarkan budaya membaca di Sidoarjo berbuah positif, pada tahun 2014 Fauzi mendapat bantuan dari Dompet Dhuafa berupa buku-buku dan perlengkapan perpustakaan dan saat ini perpustakaan mininya telah berkembang menjadi PAUD, TK dan SD yang bisa di akses warga secara gratis.
Tak berhenti disitu, jerih payah Fauzi meningkatkan minat baca warga Sidoarjo sambil berjualan jamu dinilai pemkot setempat sebagai upaya postifi mencerdaskan masyarakat.
Pada 16 Agustus 2016, Fauzi dipanggil ke Jakarta untuk menerima penghargaan Nugra Jasa Darma Pustaka Loka dari Perpustakaan Nasional RI di Balai Kartini. Secara pribadi, Fauzi mengaku mendapatkan kebahagiaan tersendiri karena dirinya dapat berguna dan bisa turut andil dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Saya bangga karena bisa melakukan 2 hal sekaligus dalam satu kegiatan. Selain dapat rezeki halal dari jualan jamu, saya juga bisa beramal tanpa pamrih,” ujar suami dari Ny Imro Atul Mufida itu.
Supaya bisa terus menanamkan budaya membaca kepada masyarakat luas, kini Fauzi kerap menerima buku yang disumbang dari berbagai instansi, masyarakat dan pemerintah. Bagi Fauzi buku adalah jendela dunia.





