BALI – Meski cuaca buruk tak kunjung reda di perairan Karang Asem, Bali, namun sebagian dari nelayan tetap melaut karena harus memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.
Misalnya, Mahsyur yang mengaku tetap mencari ikan di tengah terjangan ombak tinggi, “Melaut dari jam empat pagi sampai jam delapan, hari ini melaut cuma dapat empat ekor ikan,” ujarnya, dikutip dari Balipost, Rabu (10/8/2016).
Namun ada beberapa nelayan juga yang terpaksa harus mencari alternatif pekerjaan lain, karena perahu-perahu mereka rusak diterjang ombak tinggi.
“Sejak pantainya dipasangi batu-batu besar (revetment), perahu kami (berbahan fiber) menjadi cepat rusak karena bergesekan saat parkir. Selain itu, saat parkir, banyak perahu diterjang ombak ganas hingga rusak,” kata nelayan asal Ujung Pesisir, Artawan.
Atas hal ini, dua minggu sudah para nelayan yang perahunya rusak tidak dapat mencari ikan. Para nelayan setempat juga kecewa, di tengah situasi seperti ini, nelayan tak pernah mendapat perhatian pemerintah.
“Kadang yang dapat bantuan, justru tak tepat sasaran. Kami selalu kesulitan, tetapi disaat seperti ini tak pernah dibantu, baik itu perahu baru atau pun sekadar alat tangkap yang baru,” keluh nelayan lainnya, Suhaeini.
Pasrah menunggu cuaca kembali membaik, akhirnya para nelayan bekerja ekstra untuk memperbaiki perahu mereka yang bocor dengan alat dan material seadanya, seperti kayu dan lem khusus.





