Ungkapkan Kesedihan, Korban Banjir Sampang Curhat di Tembok

ilustrasi

SAMPANG – Kabupaten Sampang, Madura yang terus diterjang banjir membuat warganya semakin miskin dan tidak mampu lagi membendung kesedihan. Sampai-sampai warga mengungkapkan kesedihannya di tembok.

Salah satu tembok berwarna hijau menjadi sasaran curhatan hati warga korban banjir. Pada tembok tersebut mendadak muncul tulisan “Sampang banjir terus pusinggg”.

“Ini menandakan bahwa warga Sampang sudah menderita karena banjir yang terlalu sering,” kata H.Budiman (40) warga korban banjir yang tinggal di Jalan Panglima Sudirman, Kelurahan Delpenang, Selasa (25/10/2016), dikutip dari beritajatim.

H.Budiman juga mengatakan akibat banjir yang terjadi di Sampang ini, jelas membuat warga semakin miskin. Sebab, aktifitas warga dan perekonomian tidak berjalan. Apalagi beberapa akses jalan raya tidak bisa dilalui lantaran terendam banjir.

“Yang jelas dampak banjir di Sampang ini membuat warga tidak bisa bekerja, contoh di jalan raya menuju Kecamatan Omben putus,” tegasnya.

Sementara itu Wisnu Hartono, Kepala BPBD Sampang, mengungkapkan bahwa banjir yang melada Sampang selama dua bulan terakhir sebanyak 9 kali. Sedangkan durasi waktu banjir antara 2 sampai 5 hari baru surut. Adapun banjir diakibatkan karena luapan Sungai Kemuning.

“Di awal musim penghujan tahun ini, Sampang sudah terendam banjir sebanyak 9 kali, terutama di 4 kelurahan dan 5 desa di kecamatan Sampang Kota,” pungkasnya.

Advertisement