UNHCR Terkejut Kamp Pengungsi Nauru Dikabarkan Terlantar

Ilustrasi/ VOA

AUSTRALIA – Ribuan dokumen informasi penyiksaan migran di kamp pengungsian Nauru mengejutkan Badan PBB urusan Pengungsi (UNHCR).

The Guardian mempublikasikan dokumen tersebut pada Rabu 10 Agustus 2016. Menurut UNHCR, sejak 2012 UNHCR telah memonitor situasi di kamp Nauru. “Dokumen yang dipublikasikan konsiten dengan kekhawatiran kami selama ini terkait kesehatan mental dan kondisi lainnya yang dialami para pengungsi serta pencari suaka di Nauru,” ungkapnya.

Sementara itu pemerintah Canberra tidak mau berbicara banyak tentang adanya dokumen tersebut, “Ribuan dokumen tersebut belum dikonfirmasi, jadi tunggu kami sedang mengkonfirmasi hal tersebut ke polisi Nauru.” ujar jubir Kementrian Imigrasi Australia, dikuti dari Reuters.

Ia menambahkan jika selama ini pemerintah sudah berusaha menyediakan kebutuhan mereka, “Pemerintah Australia terus mendukung pemerintah Nauru menyediakan kesehatan, kesejahteraan dan keamanan bagi semua pengungsi,” tambahnya.

Seperti diketahui, kamp pengungsian Nauru dibuat keberadaan manusia perahu di wilayahnya ditentang.
Aktivis HAM mengecam kebijakan imigrasi Australia yang dianggap keras ini karena akan membuaut para imigran hidup sengsara.

Padahal, para pendatang yang mayoritas berasal dari Timur Tengah dan Asia Selatan tersebut berharap mendapatkan hidup lebih baik di Australia.

Advertisement