Unjukrasa Menolak Pembangkit Listrik Cina di Bangladesh Tewaskan Satu Orang

Unjukrasa di Bangladesh. Foto:EPA

DHAKA (KBK) – Unjuk rasa warga yang menolak hadirnya Pembangkit Listrik Tenaga Batu Bara yang merupakan investasi Cina senilai USD$ 2,4 miliar di Bangladesh berubah menjadi kekerasan.

Unjuk rasa tersebut, menewaskan satu orang dan melukai belasan orang. Mereka menolak kehadiran proyek tersebut.

Pembangkit Listrik dibangun sekitar 265 km (165 mil) tenggara dari Dhaka, ibukota Bangladesh, kawasan yang menarik bagi investasi asing di Bangladesh. Pembangkit listrik itu diharapkan beroperasi akhir 2019.

Polisi mengatakan, pasukan keamanan berjaga-jaga di lokasi, Kamis (2/2/2017) untuk mencegah gangguan terhadap pekerjaan konstruksi pembankit listrik itu.

Masyarakat desa menolak kehadiran pembangkit listrik itu karena akan terjadi penggusuran terhadap komplek pemakaman keluarga mereka dan merusak lingkungan.

“Ada situasi yang tidak nyaman, dan polisi berpatroli di daerah itu untuk menghindari bentrokan lebih lanjut,” kata Alamgir Hussain, seorang pejabat dari kantor polisi Banshkhali dekat lokasi pabrik.

Para pengunjuk rasa meneriakkan slogan-slogan, sementara para pendukung proyek menyerang mereka, kata Nurul Mostafa, seorang pemimpin dari kelompok yang menolak. Bentrokan tidak dapat dihindari belasan orang terluka.

Menurut Reuters, protes serupa tahun lalu di tempat yang sama menyebabkan kematian empat demonstran dan menghentikan pekerjaan pembangkit.

Advertisement