
LONJAKAN paparan harian Covid-19 terjadi lagi di Indonesia pasca liburan panjang lebaran Idul Fitri 1444H yang ditandai tingginya mobilitas massa saat mudik dan arus balik serta longgarnya kepatuhan pada prokes.
Menurut catatan Satgas Covid-19, Rabu 3 Mei tercatat 2.647 kasus paparan baru Covid-19 sehingga totalnya sejak terdeteksi di Indonesia pada 2 Maret 2019 sebanyak 2.779.631 kasus.
Angka paparan harian tersebut yang tertinggi sejak sepuluh bulan terakhir saat jumlah kasus terus menurun sampai di bawah 500 kasus sehari.
Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Sitiuu Nadia Tarmizi memperkirakan, kenaikan kasus berkisar antara 2.000 sampai 3.000 kasus per hari mungkin akan terjadi di hari-hari mendatang walau tidak ada lonjakan lebih dari itu.
DKI Jakarta menyumbang 811 kasus atau terbanyak disusul Jawa Barat dengan 631 kasus, lalu Jawa Timur dengan 337 kasus.
Sedangkan Jubir Kemenkes Moh. Syahril mengemukakan, peningkatan angka paparan Covid-19 di Indonesia saat ini didominasi oleh varian XBB1.5 Omicron Kraken dan puluhan kasus denga varian baru XBB1.16 Arcturus.
Namun menurut Syahril, apa pun jenis varian atau subvariannya, tidak banyak korban yang harus dirawat di rumah sakit, sedangkan angka kematian juga masih pada level satu, walau meningkat menjadi rata-rata dua digit dalam beberapa pekan ini.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga sudah memantau keberadaan varian Arcturus yang memiliki tingkat penulatan tinggi di 29 negara di dunia dan berkontribusi besar terjadinya lonjakan di India.
Ketua Ahli Kesehatan Masyrakat Indonesia Hermawan Saputra juga mengakui, lonjakan kasus Covid-19 akhir-akhir ini terjadi karena meningkatnya mobilitas warga sehubungna dengan rangkaian acara lebaran da juga munculnya varian Arcturus.
“Kuncinya, patuhi prokes terutama mengenakan masker di tengah kerumunan massa dan sering kali memcuci tangan, “ ujarnya.
Menurut catatan, puncak paparan Covid-19 terjadi pada 16 Februari 2022 dengan 64.817 kasus dan angka kematian tertinggi pada 27 Juli 2021 dengan 2.069 kematian.
Waspada dan waspada serta patuhi prokes!




