Washington–Penelitian terkini untuk mempelajari efek infeksi virus Zika mata janin, bayi yang baru lahir, dan tikus dewasa, mengungkap jika virus Zika bisa hidup di mata. Menurut tim peneliti dari Universitas Washington, mata menjadi reservoir atau penampung bagi virus.
Itu sebabnya, pasien yang terinfeksi virus Zika mengalami penyakit mata dan pada beberapa kasus menyebabkan kebutaan.
Sepertiga bayi yang terinfeksi Zika dalam kandungan megalami penyakit pada mata seperti peradangan pada saraf optik , kerusakan retina, dan kebutaan.
Pada orang dewasa, Zika menyebabkan konjungtivitis atau kemerahan pada mata. Pada beberapa kasus, meski jarang, bagian dari dinding mata mengalami peradangan yang bisa menyebabkan kehilangan penglihatan permanen.
“Kami perlu mempertimbangkan apakah virus pada pasien Zika menular dan berapa lama virus bisa bertahan hidup di mata,” ujar Michael Diamond, penulis dan kepala peneliti studi dari Universitas Washington, St Louis, seperti dilansir laman Ace Showbiz, Senin (13/9).
Ia juga menggarisbawahi kemungkinan pasien bisa menularkan virus tersebut melalui air mata. Tim peneliti berniat untuk memperluas studi dengan memasukkan manusia yang terinfeksi virus. Sebelumnya, penelitian dilakukan pada tikus percobaan dewasa.
Dengan adanya infeksi pada mata itu, kemungkinan orang bisa terinfeksi Zika jika berkontak langsung dengan air mata yang terkontaminasi virus.
Masih belum jelas bagaimana virus Zika bisa sampai ke mata. Menurut peneliti, kemungkinannya virus menembus penghalang darah-retina, yang memisahkan mata dari aliran darah, lalu berjalan sepanjang saraf optik yang menghubungkan otak dan mata.
Peneliti menemukan materi genetik Zika pada air mata tikus yang terinfeksi 28 hari setelah infeksi, meski bukan virus langsung. “Meski kami tidak menemuka virus Zika hidup dalam air mata tikus, tak berarti tak bisa menular pada manusia,” tegas Jonathan, penulis studi dari Universitas Washington.





