MADIUN-Anomali cuaca dan curah hujan yang tinggi pada musim kemarau kali ini, seperti di Kota Madiun, Jawa Timur, memicu serangan penyakit demam berdarah, sehingga masyarakat diimbau untuk waspada.
“Hujan yang masih turun selama tiga bulan terakhir saat memasuki musim kemarau telah memicu tumbuhnya jentik-jentik nyamuk sehingga rawan serangan demam berdarah,” ujar Kasi Pelayanan Medik RSUD Kota Madiun drg Priyo Raharjo seperti dilansir RM,Minggu (21/8)
Hal ini ditandai dari banyaknya kasus demam berdarah yang ditangani oleh RSUD Kota Madiun selama tiga bulan terakhir yang mencapai 39 penderita.
“Dari 39 penderita tersebut, dua orang di antaranya mengalami ‘dengue sock syndrome’ (DSS). Dan sebagian besar pasiennya adalah anak-anak,” kata Priyo
Pada bulan Juni terdapat 13 pasien demam berdarah dengan satu pasien DSS, bulan Juli terdapat 19 pasien demam berdarah dengan satu pasien DSS, dan hingga tanggal 12 Agustus terdapat lima pasien demam berdarah.
“Para pasien tersebut tidak hanya dari Kota Madiun, namun juga Kabupaten Madiun, Magetan, dan Ngawi. Setelah dirawat intensif, kondisi para pasien telah membaik,” kata dia.
Rata-rata, para pasien dirawat inap lima sampai tujuh hari. Pasien DSS bisa dua pekan, sebab, sudah termasuk kritis dan membutuhkan perawatan intensif di ruang “intensif care unit” (ICU).
“Pengawasan bagi pasien DSS dilakukan 24 jam. Terlebih pengawasan tanda vitalnya, seperti denyut nadi maupun trombositnya,” tambahnya.
Ia meminta masyarakat untuk waspada dengan sebaran penyakit demam berdarah yang mungkin terjadi menyusul hujan yang diprediksi masih akan terjadi hingga September mendatang.





