POSO – Sebagian warga di sejumlah desa terdampak bencana alam gempa bumi 5,7 Skala Richter (SR) di Kecamatan Pamona Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, hingga kini masih mengungsi tidur di tenda-tenda yang dibangun sendiri di halaman rumah.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Poso, Bastian Mentiri, mengatakan wajar kalau warga merasa khawatir, sebab bencana alam yang melanda Palu dan beberapa daerah lainnya di Sulteng seperti Sigi dan Donggala memang cukup dahsyat.
Rata-rata warga di sejumlah desa di Kecamatan Pamona Utara yang dilanda gempa bumi pada Minggu (24/3/2019) tersebut masih trauma sehingga mereka memilih sementara membuat tenda di halaman yang kosong dan depan rumah.
Menurut Bastian, hanya ada satu dua rumah dan pura yang memang hancur. “Itu pun memang bangunannya hanya dari batako sehingga mudah roboh,” kata dia.
Bastian mengimbau warga untuk tidak merasa khawatir berlebihan. “Yang terpenting saat ada gempa jangan tinggal diam dalam rumah atau bangunan. Lebih baik cepat keluar menyelamatkan diri,” katanya, dilansir Antara.





