Warga Sekitar Katulampa Mengaku Kekeringan karena Bendungan Surut

Ilustrasi kondisi Bendung Katulampa ketika surut/ foto: Tribunnews

BOGOR –  Warga sekitar Bendung Katulampa, Bogor mengaku mulai kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih karena surutnya debit air Sungai Ciliwung beberapa waktu terakhir.

Ujang (57), salah satu warga setempat mengatakan kucuran air yang keluar dari sumur sangatlah kecil, sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk mengumpulkannya.

“Sekitar tiga minggu kurang lebih, kering banget sih enggak, cuma lama aja gitu,” kata dia, dilansir CNNIndonesia.com, Selasa (25/7).

Dalam memenuhi kebutuhan air bersih, Ujang memilih mengambilnya dari sumur dan menggunakan mesin jet pump dan mengaku enggan beralih ke layanan PDAM.

Ujang menjelaskan untuk mengumpulkan air sebanyak dua ember saja membutuhkan waktu kurang lebih satu jam.

“Kemarau gini kan air tuh kecil banget, kadang-kadang susah. Jadi sebelum kita mandi tuh harus nyalain dulu air, nyalain mesin sekitar sejam lah kurang lebih” ujarnya.

Ujang menyatakan sepanjang tahun ini, baru kali ini ketinggian air di Bendung Katulampa surut seperti hari ini. Ia khawatir jika hujan tak kunjung turun, kebutuhannya dalam memenuhi air bersih jadi lebih sukar.

Ujang berharap hujan akan segera turun, sehingga ketakutannya itu pun tak jadi kenyataan.

Sementara Petugas Bendung Katulampa, Subhan menjelaskan surutnya ketinggian air di Bendung Katulampa disebabkan karena minimnya intensitas hujan di wilayah Puncak, Jawa Barat. Ia menyebut kondisi ini sudah berjalan hampir satu bulan sejak akhir Juni lalu. Menurutnya, sejak itu ketinggian air di sana berangsur surut.

Subhan pun menyampaikan, tidak ada yang bisa memastikan kapan ketinggian air akan kembali naik. Ia menyebut hal itu sangatlah bergantung pada kondisi cuaca di wilayah Puncak.

Advertisement